Translate

Sabtu, 13 September 2014

KEBERAGAMAAN YANG SEMU

Ketika malam datang menjelang
Jiwa pun terasa tenang
Memasuki alam kesunyian
Tafakuur penuh dgn kesadaran

Tak terasa seperempat abad lebih terlalui
Terbayang masa kecil hingga kini
Semua doa sdh terlampaui
Senang susaah sdh ku lalui

Sidharta bertanya, sampai kpn terus begini........
Hidup dlm belenggu oleh kelakuan diri.....
Terikat oleh keinginan diri.....
Terus dan terus sampai mati.....

Terkadang dunia membuatku haampir berputus asa....
Bahkan pernah membuatku tergila-gila.....
Tak sadar diri aku ini siapa?
Mengapa hidup di dunia?
Sampai dimana akhir kehidupan saya???
Apa berakhir ketika aku kehilangan nyawa????
Sebagaaimana anggapan mereka yg tak beragama???

Tentu tidak.....hidupku mengikuti waktu.....
Sampai hilang akan segala rasa....
Yah,,,,sampai fanaaa.......
Bukan sampai di syurga.......

Nietsche mengajariku.....
Jgn tertipu oleh Tuhan dalam anganmu....
Ikuti Tuhan dlm dirimu.....
Yg selalu bersamamu dlm segala waktu.....

Bagaimanaa tidak bosan,,,,,,,
Bila menyembah bagaikan mesin....
Tak dapat merasakan kenikmatan....
Dan tertipu oleh angan dan khayalan,,,,,,

Tak tahukah kau,,,,,,,,,
Anganmu terbentuk oleh anganmuu.....
Keberagamaanmu terbentuk hanya oleh ayah ibumu......


Beruntunglah Ibrahim....
Mencari tuhan dlm gelapnya malam....
Menggunakan akal utk sampai pd Tuhan
Tiada takut api akan melenyapkan....
Demi sebuah keyakinan........

Tidak ada komentar: