Translate
Minggu, 05 Oktober 2014
HAKIKAT KURBAN
Takbir begitu hebatnya menggema
Tanda datangnya hari raya idul adha
kisahnya begitu luar biasa.....
Tak heran bila dijadikan hari raya....
Siapa menyangka....dan menduga....
Nabi Ibrahim yg selalu bertanya...
Untuk mencari siapa Tuhannya
Krn penjelasan sang ayah
tiada lagi dapat di percaya.....
Akhirnya setelah Ibrahim begitu yakin dgn-Nya
Tuhanpun tak ragu untuk mengujinya
Entahlah...apakah ini bagaikan ilmu matematika
siapa yg menyatakan keyakinanNya
Akan bakal diujiNya
Oh ujianNya ternyata sungguh hebatnya
Sampai Iblispun menahan ludah...
ujian pertama adalah rasa cinta dan pengorbanan.....
Ketika Ibrahim sdh lama tak punya keturunan...
Ditengah keputusasaan....
Datanglah sebuah bisikan....
Menikahlah....tanpa memandang kecantikan....
tanpa mempedulikan kecemburuan (istri pertama)
Akhirnya putra terkasihpun terlahirkan.....
Ternyata kebahagian tak ada berlangsung lama
perintah sembelih begitu nyata...
Ibrahim seolah tak percaya...
Sampai minta diulang tiga kali mimpinya
Hatipun bergetar dibuatnya......
ketika mencari Tuhan...
dia berhasil menemukanNya
lantas setelah menemukanNya
Apa lalu mengacuhkan perintahNya......?
Apa ini perintah yg layak di turuti?
Bukaankah ini tidak sesuai dgn akal dan nurani.....
Lalu Ibrahim mendapat bisikan....
Apakah seorang hamba layak bertanya
Atas sebuah perintah TuhanNya
Apakah arti pnghambaan?
Apakah arti mengimani?
Lalu apa guna penghambaan tanpa
Disertaidgn ketundukkan?
Lalu apa arti mengimani,
Tanpa disertai dengan ketundukkan hati......
Ibrahim terdiam dan membisu.....
Akal tak sanggup mempengaruhi....
Iblish pun tak sanggup membisiki lagi....
dgn berat hati.....
Akhirnya ia, memberanikan diri......
Tak lagi,,,,memikirkan ketika apa yg nantinya terjadi....
Tak takut dikira ayah yg tak punya hati...
Tak takut lagi dikira terasuki oleh iblis yg tak punya hati
Tak peduli kebencian sang istri
Ibrahim memantapkan hatii....
Pengakuan harus dengan pembuktian.....
Cinta harus dapat dibuktikan
Agama bukan sekedar kepercayaan
Tp agama adalah kesadaran......
Akhirnya Ibrahim memantabkan hati.....
Mengajak putra yang terkasih.....
Sang Putra mendapat pengetahuan Ilahi....
Tanpa ada ketakutan, karena telah sadar diri.....
Siapa sesungguhnya yang memerintah....
Siapa sesungguhnya yang di perintah.....
Siapa sesungguhnya yang di sembelih....
Inilah pengetahuan hakikat diri....
Tak heran bila mendapat gelar Bapak para Nabi...
Tak heran bila mendapatkan anugrah Sahabat Allah....
Tak heran bila disebut nabi Ulil azmi...
Tak heran bila di tauladani......
Kurban tak sekedar menyembelih hewan.....
tp menyembelih sifat kehewanan
Kurban tak sekedar mengucurkan darah
tapi menundukkan nafsu amarah
kurban bukan sekedar bisa membeli sapi
tapi kurban hendak memurnikan hati
kurban bukan sekedar menyembelih unta
tapi kurban menghilangkan cinta dunia
kurban bukan sekedar mengucap takbir
tapi kurban untuk membuat sadar
kurban bukan sekedar mencari syurga
tp kurban sebagai wujud cinta
kurban bukan mencari kebanggaan
tapi kurban hendak untuk berbagi kebahagiaan
kurban bukan sekedar mencari pahala
tapi kurban hendak untuk memikirkan sesama
kurban bukan sekedar ibadah
tapi kurban sebagai manifestasi cinta kepada Nya
purwoerto, 05 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar