RINTIHAN TAKDIR
Tuhan…...pada awalnya aku bertanya
Kenapa aku lahir ke dunia
Pada awalnya ku tak merasa
Namun lambat laun aku sedih yang kurasa
Betapa sedihnya menjadi si papa
Ah ,,,,aku tak tahu rencana-Nya
Yang kutahu sungguh pedih rasanya
Aku terlahir dari keluarga yang tak punya
Ketika Hari Raya tiba
Hanya aku yang bermuram durja
Semua bergembira ria
Hanya akulah yang merasa sungguh tiada berguna
Mereka mati-matian agar dipandang
Sedangkan aku hanya mampu memandang
Tingkah laku mereka yang bersenang-senang
Sedangkan aku hanya senang bila perutku kenyang….
Belum lagi masa kanak-kanakku terhempas
Makan apa adanya wajib puas
Tak jarang membuat airmataku menetes
Menguatkan hati ,,,walau seperti tergores
Waktu itu ……
Orang tuaku yang membuatku pilu
Berseteru tak pernah berlalu
Ku harap mereka bisa bersatu
Ku ingin berteriak ke orangtuaku
D
Hidup jangan semaumu….
Bekerjalah semampumu,,,,
Beribadahlah sekuatmu….
Dengan tangis dan keringatmu
Ku yakin kau membuat aku memujimu..
Tapi aku tak tahu….
Apa ini rencana Tuhan memang untukku
Apa Dia hendak mengajariku
Untuk menanggung semua pilu
Oh Tuhan aku bukan yatim piatu
Tapi aku merasa yatim piatu
Dan tidak di ragukan lagi aku
Adalah anak paling pilu
Hidup sendiri bersama adik-adikku
Terbiasa merasakan pilu
Tak berani bermimpi ingin ini dan itu
Hanya sabar...sabar….dan itu...dan itu……
Yang bisa aku lakukan
Diawal kehidupan sudah harus berhadapan dengan kemisikinan
Harus berhadapan dengan penderitaan
Harus berhadapan dengan belas kasihan (orang lain)
Harus berhadapan dengan permusuhan (Ketidak harmonisan orang tua)
Oh Tuhan..perkenankan aku bertanya
Kenapa aku lahir di dunia……?
Kenapa aku tak bisa memilih orang tua…?
Kenapa di awal kehidupanku aku harus mengenal derita…..?
Yang kumakan adalah hasil dari kasihan
Yang ku pakai aalah hasil dari kasihan
Yang menjadi tempat bernaungpun dari kasihan
Oh Tuhan….yang maha berbelas kasihan……..
Walau aku menjerit semua tak kan berubah
Walau aku menangis juga tak akan berbeda
Walau aku bersedih juga tak akan ada gunanya
Walau aku tak terima juga tidak mempengaruhi kehendakNya
Akhirnya aku mendekat kepada Nya
Akhirnya aku senang puasa
Ketika malam berdiri menghadap kepada Nya
Komat kamit mengingatNya
Ku rasa dunia sudah mulai berbeda
Aku mulai yakin akan kebaikanNya
Suatu saat akan tiba pada waktuNya
Menggapai segala cita-cita
Waktu malam sungguh menenangkan
Waktu malam ,,,sungguh menentramkan
Waktu malam…...sejenak bisa melupakan
Tidur itulah kesukaan (bagiku untuk melupakan, kelaparan, kesedihan dan kepiluan hati)
Tidur dan malam adalah obat bagi penderitaan
Penghibur bagi pemilik kesusahan
Besar kecilnya penderitaan sudah ada takaran
Asal muasal dari ketidaktahuan
Dan juga karena keterikatan......
Wahai Tuhan ....kemiskinan membuat angan-angan
angan-angan membentuk keinginan
keinginan tak memiliki berkesudahan
hanya pengetahuan yang dapat menyelamatkan
Waktu menggilas semuanya
Bagaikan api yang menghanguskan
Semua tinggal kenangan
Masa lalu dan sekarang akan bermuara jadi kenangan
Purwokerto, 11 Oktober 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar